Rib Eye Steak Holycow Pemuas Dahaga Karnivor Lokal

Monday, 5 November 2018

Rib Eye Steak Holycow Pemuas Dahaga Karnivor Lokal


Sebelumnya kami sangat bersyukur akhirnya Holycow Steak buka cabang di Pekanbaru, sehingga para karnivor steak pecinta rib eye bisa menikmati kelezatannya tanpa harus beli tiket pesawat ke kota lain.

Steak yang biasanya tersaji dan dijual di Pekanbaru biasanya daging lokal yang kita tidak tahu bagian sapi apa tapi biasanya diklaim sirloin atau tenderloin. Sehingga ketika resto ini buka cabang di kota Pekanbaru tercinta, sudah pasti tidak dilewatkan. 


Rib eye steak adalah bagian steak yang didapatkan dari bagian tulang rusuk sapi. Pada diagram daging sapi di bawah, kita bisa lihat bagian berwarna kuning bertuliskan “Rib”.


Saat ini mari kita fokus pada suatu bagian sapi yang lezat di mana tekstur daging sangat lembut karena mengandung lemak di sekujur bagiannya, yaitu Australian Prime Beef Rib Eye yang bisa kita cicipi seharga Rp 99.000,-.
Kali ini ini kita coba pesan 2 menu identik, namun dengan side dish berbeda. Yang pertama menggunakan mashed potato dan mushroom sauce. Seperti yang kita lihat, tekstur dari mashed potatonya sangan lembut di mulut, di mana berpadu sempurna dengan saus berwana putih dan creamy dengan potongan jamur. Tapi yang utama tentu saja bintang utama yaitu daging rib eye dengan kematangan medium rare yang juicy dan gurih, tentu saja dengan bumbu bakaran yang sempurna. Yang unik di restoran ini adalah setiap kita selesai memesan ditanyakan daging akan dimasak dengan bumbu yang asin dan tidak boleh ditukar ketika pesanan sudah masuk. Awalnya saya cukup ragu mengingat apakah steaknya bakal asin dan tidak enak, namun setelah makanan datang ternyata rasanya cukup pas.


Berbicara masalah aturan menukar steak, hal tersebut boleh dilakukan jika kematangan daging tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk menu kedua, saya memilih steak rib eye dengan kematangan medium, dengan side dish french fries dan sauce blackpepper. Steak ini sedikit lebih matang daripada steak sebelumnya, namun masih juicy, cocok sekali dengan saus yang rasanya manis pedas gurih dominan lada hitam, dan berpadu dengan french fries yang renyah. Warna sausnya memang hitam tapi rasanya sangat lezat dan tidak ada rasa seperti kecap manis, sepintas mirip saus blackpepper ala chinesse food.

Nah bagaimana para sahabat Pekanbaru, apakah sudah siap menjelma menjadi karnivor lokal? Kalau sudah silakan berkunjung ke:

Holycow Steak Chef Afit cabang Pekanbaru
Jl. Soekarno Hatta, no.45. Labuh Baru Timur, Labuh Baru Tim., Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28294.

0 komentar :

Post a Comment

Popular Posts