Memanfaatkan Hasil Hutan selain Kayu, Sembari Adopsi Hutan

Sunday, 9 August 2020

Memanfaatkan Hasil Hutan selain Kayu, Sembari Adopsi Hutan


Halo teman, apakah kalian saat ini cukup update dengan isu lingkungan hidup? Jadi pada bulan Agustus ini dirayakan Hari Hutan Indonesia. Komitmen nyata dalam menjaga hutan ini perlu kita ingat dan kawal bersama, apalagi bulan Agustus identik dengan bulan yang penuh semangat nasionalisme menuju peringatan hari Kemerdekaan Indonesia.

Hari Hutan Indonesia ini layak untuk kita rayakan, karena terkait dengan kehidupan kita. Ada ribuan spesies pohon, tanaman dan tumbuhan, serangga, dan hewan yang tidak bisa ditemukan di negara lain. Nah di tulisan kali ini, aku akan memperkenalkan kepada kalian potensi manfaat yang dapat dihasilkan oleh hutan di Indonesia, sambil membantu melestarikannya.




Keanekaragaman Hayati Hutan yang Lebih dari Sekedar Pohon 

Hutan indentik dengan pohon yang rimbun. Tetapi selain kayu yang diperoleh dari penebangan pohon, banyak sekali manfaat lain yang dapat diperoleh. Kita harus bersyukur atas manfaat hutan yang selama ini bisa kita nikmati ketika manusia dapat hidup harmonis dengan alam, seperti, air dan udara bersih, sumber pangan dan obat-obatan, akar budaya berbagai suku bangsa Indonesia, hingga fungsi hutan sebagai penyerap karbon, dan penjaga iklim dunia.

Pada masa awal pembangunan, bidang kehutanan hanya berorientasi pada timber based-management (penebangan kayu) yang menitikberatkan pada kepentingan ekonomi semata. Kondisi ini telah mengakibatkan rusaknya hutan, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta bentuk-bentuk kerusakan yang lain. Kadang hal ini menjadi salah satu yang memacu kepunahan spesies hewan maupun tumbuhan.


Oleh karena itu paradigma pembangunan dan pengelolaan hutan harus diubah dari orientasi ekonomi ke arah pembangunan kehutanan yang berorientasi pada resources and community based development. Pengelolaan hutan di masa yang akan datang semestinya diarahkan untuk lebih meningkatkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang jenis dan potensinya sangat berlimpah.

Produk hasil hutan bukan kayu dapat diklasifikasikan menjadi:

Hasil Nabati beserta turunannya, misalnya, bambu, rotan, nipah, jamur, tanaman obat, getah-getahan, minyak atsiri, dan lain-lain serta bagian dari tumbuhan atau yang dihasilkan oleh tumbuhan di dalam hutan. Produk lain yang umum ditemukan antara lain aneka minuman seperti kopi dan teh bunga telang.


Hasil Hewani beserta turunannya, misalnya satwa liar dan hasil penangkarannya, satwa buru, dan lain-lain serta bagian-bagian dari hewan atau yang dihasilkan dari hewan sarang burung walet, shellak, madu, kokon, dan lain-lain. Ternyata madu yang sering kita konsumsi merupakan salah satu hasil hutan, walaupun pada akhhirnya ada juga yang diternakkan.

Benda Non-Hayati yang secara ekologis merupakan satu kesatuan ekosistem dengan benda-benda hayati penyusun hutan, antara lain berupa sumber air, udara bersih, dan lain-lain yang tidak termasuk benda-benda tambang. Udara segar dan air bersih yang kita konsumsi sehari-hari tidak lepas dari peranan hutan lho.

Jasa yang Diperoleh dari Hutan, antara lain berupa jasa wisata, jasa keindahan dan keunikan, jasa perburuan dan lain-lain. Saat ini mulai dikembangkan wisata hutan di berbagai daerah. Peminatnya juga semakin banyak.

Salah satu organisasi lingkungan hidup yaitu Hutan itu Indonesia mendukung inisiatif masyarakat yang berada di sekitar hutan Indonesia yang dengan bijaksana memanfaatkan hasil hutan non-kayu untuk menjadi mata pencaharian, misalnya madu, tepung porang, rotan, kopi hutan, mentega tengkawang, dan bunga telang.


Hutan Itu Indonesia dalam mendorong Penggunaan Produk Hutan Non-Kayu

Hutan Itu Indonesia adalah gerakan terbuka yang percaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk menumbuhkan rasa cinta kepada hutan Indonesia yang sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Kami percaya semua orang bisa berkontribusi untuk menjaga hutan, dan dengan kolaborasi, kita bisa mendorong adanya perlindungan hutan yang lebih baik untuk kita dan masa depan Indonesia.

Untuk mendorong penggunaan produk hutan non-kayu, Hutan Itu Indonesia di tahun 2016 pernah mengadakan Pesona Hutan untuk memperkenalkan 23 komunitas penghasil produk hutan dengan 40 organisasi pendamping dan calon pembeli di Jakarta.

Kalau kamu ingin mengintip produk-produk hutan non-kayu apa yang tersedia, kamu bisa menghubungi organisasi-organisasi berikut ini:


Sekar Kawung, berfokus pada penciptaan kemakmuran ekonomi dengan masyarakat, dengan memperkaya budaya lokal sambil memulihkan alam dan membangun kekayaan ekonomi. Sekar Kawung fokus terhadap pengembangan fashion yang dibentuk dari pengrajin kain etnik yang menggunakan bahan baku alami, dari mulai pewarna sampai benang. Sampai saat ini telah bekerjasama dengan pengrajin di Kalimantan sampai Bali.



Kedai JATAM, mendampingi dan mengangkat usaha masyarakat dan komunitas dari daerah krisis serta menjadi kanal distribusi beragam produk-produk unggulan, seperti berbagai biji kopi dari hutan dan teh bunga telang.

JAVARA, bekerja mulai dari produksi hingga distribusi untuk melestarikan keanekaragaman hayati dengan membawa produk organik yang berbasis masyarakat, baik dari proses pertanian maupun pengumpulan (foraging), ke pasar yang lebih luas. Cakupan produknya sangat luas, dari mulai makanan, minuman, bumbu penyedap, dan lainnya meliputi hampir seluruh Indonesia. Pastinya produk hutan seperti kopi ada banyak pilihannya.



Kalian bisa langsung mengecek ke sosial medianya jika tertarik untuk membeli produknya. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan langsung melestarikan hutan dan menyejahterakan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan lho!

Mari Kita Turut Aktif dalam Merayakan Hari Hutan Indonesia!

Pada tanggal 7 Agustus 2020 terdapat lebih dari 100 organisasi dan komunitas berkolaborasi bersama untuk Hari Hutan Indonesia. Tanggal ini sengaja dipilih sebagai momen refleksi bersama masyarakat Indonesia karena persis setahun yang lalu Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut disahkan oleh Presiden Jokowi untuk berlaku permanen.


Perayaan Hari Hutan Indonesia tahun 2020 mengangkat tema ‘Hutan Kita Juara’ untuk mengingatkan kita semua bahwa Indonesia adalah bangsa juara, salah satunya karena hutannya yang terluas ketiga di dunia. Agar prestasi ini terus bertahan, perlu ada aksi bersama dari kita semua, sebagai warga negara yang baik, untuk melindungi hutan dan keanekaragaman hayatinya dengan mendukung upaya konservasi yang dilakukan masyarakat dalam menjaga hutan.

Terdapat petisi untuk diresmikannya Hari Hutan Indonesia sejak tahun 2017 dan ditandatangani oleh hampir 1,5 juta orang, merupakan salah satu petisi terpopuler di platform Change.org dan telah diserahkan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar.


Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan

Berangkat dari petisi ini, kita diajak untuk bergerak bersama melakukan aksi nyata dalam melestarikan hutan, salah satunya dengan berkontribusi ikut menjaga hutan dengan “Adopsi Hutan” melalui kitabisa.com, dimana donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada organisasi pendamping masyarakat sekitar hutan yang masih menjaga hutan agar lestari.

Dana adopsi hutan nantinya akan diserahkan kepada para komunitas yang melakukan penjagaan hutan di 10 lokasi hutan, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Dana akan digunakan untuk aktivitas memastikan kelestarian hutan seperti patroli, pengembangan masyarakat sekitar hutan, termasuk juga mendukung pendidikan dan kesehatan masyarakat sekitar hutan.


Melalui program adopsi pohon, donasi kamu akan dipakai untuk mendukung kegiatan patroli hutan untuk memastikan pohon yang sudah selama lebih dari belasan tahun menjaga stabilitas air dan menghasilkan oksigen terjaga selama paling tidak satu tahun.

Kalau kamu ingin mengadopsi pohon, kamu bisa langsung menghubungi organisasi- organisasi berikut ini:



Yayasan ASRI: Alam Sehat Lestari adalah lembaga nirlaba sosial yang melakukan pendekatan secara inovatif dengan menggabungkan program kesehatan masyarakat dan pelestarian alam. Melalui program “Adopsi Pohon” mereka di TN Gunung Palung, Kalimantan Barat, donasi para pengadopsi pohon tidak hanya digunakan untuk patroli menjaga hutan, tetapi juga membantu layanan kesehatan dan bantuan modal usaha untuk masyarakat sekitar.

KKI Warsi: adalah aliansi yang peduli terhadap masalah konservasi sumber daya alam dan pengembangan masyarakat. Program “Pohon Asuh” mereka difokuskan di berbagai hutan adat yang ada di Indonesia, dan dana adopsi digunakan untuk merawat pohon sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar

My Baby Tree: WWF Indonesia merupakan bagian independen dari jaringan organisasi pelestarian global WWF dan afiliasinya. Melalui program “My Baby Tree”, WWF mengajak masyarakat berdonasi untuk mengadopsi bibit pohon yang dirawat selama lima tahun sebelum ditanam untuk menghijaukan daerah Ciliwung dan Muara Gembong di Jawa Barat dan Teluk Lamong di Surabaya


Ayo kita turut serta berkontribusi dalam program Adopsi Hutan. Bisa dimulai dengan menyebarkan di media sosial kamu. Semoga hutan kita selalu lestari yah!

9 comments :

  1. baca ini berasa lagi belajar lagi soal ilmu pengetahuan alam waktu SMP dan SMA kak. saya jadi banyak mengingat kembali juga tentang hasil hutan. dari kemarin-kemarin sering denger istilah adopsi hutan baca artikel ini jadi paham maksudnya apa. saya dukung untuk pelestarian hutan ini kak, semoga hutan kita tetap sehat dan terjaga

    ReplyDelete
  2. Artikel tentang Hutan, mejaga bumi seperti ini harus lebih banyak dibuat nih. Penuh dengan ilmu pengetahuan dan ajakan untuk lebih aware.

    ReplyDelete
  3. Program adopsi hutan ini bagus lho ..mengajak kita orang kota untuk lebih menghargai dan menjaga kelestarian alam hutan di Indonesia..

    ReplyDelete
  4. Bagus banget programnga, semoga makin banyak orang yang peduli dan sadar akan pentingnya keberadaan hutan di muka bumi. Jangan rakus eksploitasi mau enaknya aja tanpa timbal balik.

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat, saat anakku TK didatangi oleh LSM penyayang hutan yang sudah bekerjasama aktif dengan BUMN juga untuk melestarikan hutan.
    Kita beli bibit pohon untuk ditanam di hutan Jawa Barat.
    Uniknya,
    Tanaman kita bahkan bisa di trecking, exactly positionnya dimana.

    Semoga semakin banyak orang sadar bahwa hutan adalah warisan anak cucu kita beratus-ratus tahun ke depan.

    ReplyDelete
  6. Wow banyak banget ya hasil hutan yang sangat bermanfaat untuk manusia. Kita harus menjaga hutan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  7. perlu banget si memang melestarikan hutan karena hutan paru2nya dunia supply oksigen di perkotaan, dan setelah baca ini baru tau ada hari hutan dan juga baru tahu ada organisasi yang memfasilitasi hasil hutan. informasinya sangat bermanfaat nih

    ReplyDelete
  8. Informasinya ini lengkap. Sayang sekali hutan semakin hari semakin rusak. Coba alami terus pasti banyak yang bisa dimanfaatkan untuk manusia tanpa merusak.

    Baca juga cek di sini dijamin lengkap + disertai tabelnya.

    ReplyDelete
  9. Semoga makin banyak yang mengadopsi hutan biar hutan tetap terjaga ya

    ReplyDelete

Popular Posts